- HOTS, best system with best buy/sell fees up to 0.08/0.18%
Welcome to eTrading Securities
| The Most Popular Online Stock Trading in Indonesia |
Thu, 09/02/2010 - 09:25 by Yani
Saham Astra Agro Lestari (AALI) hari ini diperkirakan masih akan menguat menuju titik resisten di level 20.600 dan dalam kisaran titik support 19.600.
Hal itu dikutip dari hasil riset Reliance Securities, Kamis (2/9). Williams &R masih mengindikasikan penguatan untuk perdagangan hari ini.
Saham AALI kemarin ditutup naik Rp450 ke Rp20.100 dengan volume perdagangan 979 lembar saham senilai Rp9,7 miliar sebanyak 215.
Thu, 09/02/2010 - 09:19 by Yani
Pemegang saham pengembang properti PT Intiland Development Tbk (DILD) sedang membidik US$138 juta dari penjualan saham.
Menurut Bloomberg, Ratna Permata PT Mulia, PT Horizon Persada Gemilang dan PT Kharisma Cempaka Andalan berencana untuk menjual 2,11 miliar saham seharga Rp529-590 per saham seperti tertera dalam dokumen penjualan.
Thu, 09/02/2010 - 09:14 by Yani
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) akan tetap mencari mitra baru untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pomala di Sulawesi Tenggara.
Hal itu dilakukan PT Aneka Tambang Tbk mengingat tidak ada kesepakatan dengan PT Nava Barat dan PT Indika Energy Tbk. "Untuk sementara kita menggunakan PLTD yang ada sambil tetap mencari partner yang ingin suplai listrik dengan PLTU di Pomala," ujar Direktur Antam, Alwinsyah Loebis, Rabu (1/9).
Thu, 09/02/2010 - 09:03 by Yani
PT Indika Energy Tbk (INDY) terus menikmati kehadiran PT Petrosea Tbk (PTRO) dalam menopang kinerja keuangannya. Buktinya, produsen batubara sekaligus penyedia jasa usaha tambang batubara ini berhasil menggemukkan pundi fulus INDY.
Thu, 09/02/2010 - 09:00 by Yani
Dua proyek pipanisasi PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) hampir kelar. Hingga akhir Juni lalu, proyek Sumatera Selatan-Jawa Barat (SSWJ) I sudah menyerap dana sekitar Rp 4,80 triliun atau 83% dari total biaya proyek tersebut. PGAS menghabiskan dana sekitar Rp 7,31 triliun atau 93% dari seluruh biaya yang dibutuhkan untuk proyek SSWJ II. Laporan keuangan PGAS per 30 Juni 2010 menyebutkan, untuk membiayai proyek SSWJ ini, PGAS menganggarkan dana US$ 1,49 miliar atau sekitar Rp 13,58 triliun.
Thu, 09/02/2010 - 09:02 by Yani
Saham BUMI, Kamis (2/9) diprediksi masih mengalami ‘technical rebound’. Kondisi market pun mendukung. Sebab, harga batubara di Newscastle mencapai US$91 per metrik ton. ‘Trading buy’!
Nico Simatupang, analis investasi PT GMT Asset Management mengatakan, potensi penguatan saham PT Bumi Resources (BUMI) hari ini salah satunya karena faktor teknikal. Sebab, menurutnya, level support Rp1.650 tidak berhasil ditembus ke bawah.
Thu, 09/02/2010 - 08:52 by Yani
Berpeluang menguat, IHSG pada perdagangan Rabu (2/9) diuji dengan kekuatan resistensi 3.150. Technical rebound beberapa saham unggulan kemarin berhasil mendorong IHSG menguat 1,73% dengan pengujian terhadap resistance 3.135. Bargain hunting pada sejumlah saham unggulan diharapkan dapat berlanjut pada hari ini dan dapat mendorong IHSG untuk bertahan pada area konsolidasi positif dan kembali menguji kekuatan resistensi 3.150.
Thu, 09/02/2010 - 08:35 by Yani
Anjloknya laba bersih PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dikabarkan membuat sejumlah manajer investasi asing memindahkan sahamnya ke PT Bumi Resources Tbk (BUMI).
Aksi ini menyebabkan melorotnya saham ADRO pada perdagangan kemarin sebesar 1,58% atau 30 poin ke harga Rp1.870. Volume perdagangan ADRO kemarin mencapai 186,64 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp348,29 miliar.
Thu, 09/02/2010 - 06:44 by Yani
Bursa saham Indonesia Kamis (2/9), masih berpotensi melanjutkan penguatan. Beberapa saham yang menjadi penggerak indeks berasal dari sektor consumer goods dan perbankan.
Arga Paradita Sutiono, research analyst Asia Kapitalindo Securities mengatakan, IHSG hari ini masih berpeluang naik. Hal ini karena tertahannya koreksi saham kapitalisasi besar (big cap) pada perdagangan kemarin di level 3.080.
Wed, 09/01/2010 - 12:14 by Kiki
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) masih terus mengusut penyelewengan dana IPO PT Katarina Utama Tbk (RINA), serta dugaan pemalsuan laporan keuangan di tahun buku 2009. Apalagi hari ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menjatuhkan suspensi atas saham RINA di seluruh pasar terhitung sesi I perdagangan 1 September 2010.
|