- Call customer service for FREE Training.
Permintaan minyak jeblok, harga terendah 22 bulan
NEW YORK (Bloomberg): Harga minyak mentah pagi ini turun lagi untuk kelima harinya bahkan sentuh level terendah 22 bulan setelah pemerintah AS melaporkan persediaan minyak menanjak lebih tinggi dari proyeksi dipicu permintaan berkurang.
Pasokan minyak AS naik 1,6 juta barel menjadi 313,5 juta barel pekan lalu, data Departemen Energi AS kemarin, para analis memprediksi 1 juta barel. Konsumsi bahan bakar AS periode empat pekan terakhir rata-rata 19,1 juta barel per hari, turun 7% dari periode yang sama tahun lalu.
"Konsumsi bahan bakar semakin berkurang. Perekonomian AS menjadi fokus perhatian investor," kata Bill O'Grady, chief markets strategist Confluence Investment Management di St. Louis.
Harga minyak mentah untuk kontrak pengiriman Desember turun 1,27% menjadi US$52,94 per barel pada pukul 8:25 WIB menurut data televisi CNBC di bursa New York Mercantile Exchange. Kemarin kontrak sudah tembus US$52,79, terendah sejak 23 Januari 2007.
Harga minyak sudah terhempas 64% sejak menyentuh rekor tertinggi US$147,27 pada 11 Juli 2008. Harga untuk kontrak Januari juga turun 0,8% menjadi US$53,65 per barel. Kontrak Desember akan berakhir hari ini.
Permintaan bahan bakar AS turun 5,2% pada 10 bulan pertama tahun ini, penurunan terbesar sejak 1981, data American Petroleum Institute.
"Pasar sedang menembak level harga US$50. Harga akan melanjutkan penurunan akibat berkurangnya permintaan dan antisipasi memburuknya perekonomian," kata Dan Flynn, energy analyst Alaron Trading Corp. di Chicago.
Spekulasi akan resesi semakin menurunkan permintaan minyak menjadi penyebab turunnya harga. Data housing start AS untuk konstruksi turun hingga rekor terendah periode Oktober, menandakan sektor perumahan semakin terpuruk bahkan melampaui posisi empat tahun lalu.




