- 3rd Hots Contest! Rp 500 juta dan Blackberry!
BENTUK MARKET MAKER, BEI: 85% Saham Tidak Likuid
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak 80-85% dari 400 saham emiten tidak likuid diperdagangkan. Otoritas bursa diminta menyiapkan penggerak pasar (market maker) sejumlah saham ‘tidur’.
Kepala Riset Infovestas Parto Kawito mengatakan, perlu diciptakan market maker untuk menampung saham-saham ‘tidur’. “Market maker akan menampung transaksi saham yang tidak likuid, sehingga transaksi saham tersebut berlangsung terus,” ujarnya pada seminar analisis teknikal di Jakarta, pada Kamis (2/7).
Selain menciptakan mekanisme market maker, menurut dia, otoritas bursa dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) perlu meningkatkan akses emiten terhadap pelaku pasar. Otoritas pasar modal harus mendukung emiten untuk menyosialisasikan fundamental perseroan kepada perusahaan sekuritas dan investor.
Dia menjelaskan, emiten diminta untuk meningkatkan kualitas keterbukaan informasi kepada publik. Penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham emten juga harus bisa mengundang investor publik sebanyak mungkin. Jumlah saham yang dilepas kepada publik juga perlu ditingkatkan guna menarik minat pemodal mengoleksi sahamnya.
Dirut BEI Ito Warsito mengatakan, pihaknya mendukung rencana pembentukan market maker saham-saham yang tidak likuid di bursa. “Kami akan bekerja sama dengan Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia(APEI) untuk mendukung pembentukan harga saham tidak likuid. Siapa saja anggota bursa (AB) yang berminat bisa menjadi market maker,” ujar dia.
Dia mengatakan, BEI akan terlebih dahulu menguji prinsip market maker saham ‘tidur’, termasuk menentukan kriteria saham tidak likuid diperdagangkan. Adapun AB yang menjadi market maker akan mendapatkan keuntungan spread harga beli dan jual.
Ito mengatakan, pihaknya akan memulai pembentukan market maker terhadap 25 saham yang tercatat di bursa. “Masalahnya ada saham yang fundamentalnya bagus namun tidak likuid, misalnya saham emiten usaha kecil dan menengah. Market maker juga bertujuan mengurangi penggorengansaham karena AB yang ditunjuk akan menciptakan perdagangan saham secara wajar," ujarnya.
Kepala Biro Transaksi dan Lembaga Efek Bapepam-LK Nurhaida beberapa waktu lalu mengatakan, penciptaan likuditas transaksi saham hanya melalui pembentukan riset saham. Apabila fundamental perusahaan bagus tentu investor publik akan bersedia mentransaksikannya.
Riset Saham
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Airlangga Hartarto mengatakan, BEI diminta berkontribusi menyiapkan riset saham emiten saham ‘tidur’. “Sejumlah bursa global telah menyediakan riset saham emiten yang tidak likuid, tetapi memiliki fundamental bagus. Oleh karena itu, BEI perlu berkontribusi untuk menyiapkan riset saham tidak,” ujarnya.
Dengan peningkatan likuiditas saham, menurut dia, bisa mempermudah otoritas bursa untuk menggaet jumlah emiten baru masuk bursa, termasuk investor publik. “Jangan sampai emiten meminta go private karena sahamnya tidak likuid diperdagangkan di bursa,” ungkap Airlangga.
Sebelumnya, Direktur Pencatatan BEI Eddy Sugito mengatakan, pihaknya akan membantu mendanai pembuatan riset saham emiten nonlikuid dan berkapitalisasi saham kecil. Hasil riset tersebut akan didistribusikan secara meluas lewat beberapa media elektronik termasuk website BEI, sehingga investor publik tertarik mentransaksikan saham tersebut.
PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) telah mengeluarkan beberapa riset saham emiten kecil dan menengah (small medium enterprise/SME) untuk mendorong transaksi sahamnya. Hasil riset bisa menjadi sumber informasi bagi investor untuk menilai valuasi harga wajar sahamnya.
Pefindo juga menyebarluaskan laporan riset itu secara gratis kepada investor. Lembaga pemeringkat ini mengeluarkan laporan riset emiten minimal dua kali setiap tahun untuk satu emiten. Direktur Pefindo Yose Rizal mengatakan, banyak emiten SME memiliki kinerja keuangan bagus, tetapi likuid diperdagangkan, bahkan harga sahamnya sering menjadi ajang permainan para bandar.
Berita Terkait :









