- 3rd Hots Contest! Rp 500 juta dan Rp 6 juta mingguan!
Saham Inovisi melejit 13% di awal melantai di BEI
JAKARTA (Bisnis.com): Saham PT Inovisi Infracom Tbk berkode INVS mulai pagi ini resmi melantai di Bursa Efek Indonesia. Harganya langsung menanjak 13,6%.
Pada transaksi pertama setelah pencatatan saham perdana (initial public offering/IPO), harga saham INVS langsung menanjak 17 poin menjadi Rp142 per saham, meski indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka terpangkas 25,70 poin atau 1,24% menjadi 2.040,05.
Saham yang pencatatannya menjadi emiten keempat tahun ini dicatatkan di Papan Pengembangan BEI. Dalam IPO ini, perseroan menawarkan 320 juta saham dengan nilai nominal Rp100 per unitnya, pada harga penawaran Rp125 per saham.
�
Pemodal menyambut positif penawaran perdana saham PT Inovisi Infracom Tbk, sehingga membukukan kelebihan permintaan (oversubscribed) hampir enam kali.
Sekretaris perusahaan Inovisi Benita Sofia sebelumnya mengatakan selama masa penawaran umum pada 24-26 Juni 2009, investor mengajukan permintaan hingga 94,1 juta saham dari total jumlah saham yang ditawarkan. Perseroan semula menargetkan meraup dana Rp40 miliar hingga Rp50 miliar melalui pelepasan saham baru tersebut. (Bisnis Indonesia, 1 Juli 2009).
Sebesar 85% dari dana IPO tersebut untuk investasi infrastruktur telekomunikasi berupa pembuatan sistem mirroring di Cyberjaya Malaysia guna memperkuat pengamanan data di server perseroan di Dallas Amerika Serikat. Sisanya sebesar 15% dialokasikan untuk modal kerja.
Pencatatan perdana saham Inovisi berlangsung hari ini, 3 Juli. Refund pemesan dilaksanakan pada 2 Juli 2009 dan distribusi saham secara elektronik dilaksanakan pada tanggal yang sama.
PT Reliance Securities Tbk dan PT Investindo Nusantara Sekuritas bertindak sebagai penjamin emisi IPO tersebut. Jika terealisir, IPO Inovisi akan menjadi yang keempat tahun ini setelah PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, PT Trikomsel Oke Tbk, dan PT Batavia Prosperindo Sekuritas Tbk.
Inovisi merupakan perusahaan penyedia produk dan layanan yang menghubungkan perusahaan klien mereka menjalankan layanan bisnis maupun promosi kepada pelanggannya, dengan menggunakan jalur data telepon seluler.(yn)





