• 3rd Hots Contest! Rp 500 juta dan Blackberry!

BUMI Berpotensi 'Mixed’, Saatnya Akumulasi

Jakarta – Saham PT Bumi Resources (BUMI), Selasa (9/2) diprediksikan bergerak variatif seiring masih besarnya tekanan jual investor asing. Saatnya ‘akumulasi beli’ atas BUMI!

Ukie Jaya Mahendra, mengatakan variatifnya (mixed) saham BUMI salah satunya karena masih besar potensi tekanan jual dari investor asing di bursa yang mencapai Rp1,5 triliun pada perdagangan kemarin.

Karena itu, kalaupun saham ini mengalami rebound, hal itu merupakan kenaikan yang semu. Ukie menegaskan setelah menguat, berpeluang terbanting kembali ke bawah. Itulah yang menyebabkan pergerakannya variatif.

BUMI akan bergerak dalam kisaran trading dengan support di level Rp2.275 dan resistance Rp2.575,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (8/2).

Pada perdagangan kemarin, saham BUMI ditutup melemah Rp50 (2,04%) menjadi Rp2.400 dibandingkan sebelumnya di level Rp2.450. Harga tertingginya mencapai Rp2.475 dan terendahnya Rp2.275. Volume transaksi mencapai 324,1 juta unit saham senilai Rp763,9 miliar dan frekuensi 8.945 kali.

Menurutnya, pelaku pasar saat ini masih wait and see atas pergerakan harga minyak mentah dunia yang saat ini masih bertahan di level US$71 per barel .

Di sisi lain harga batubara belum terlalu murah tapi juga tidak terlalu mahal. “Masih di bawah US$100, tapi masih di atas US$90 per metrik ton untuk harga Newcastle,” paparnya.

Pasar juga masih mencermati seberapa parah pengaruh dari kasus gagal bayar di Yunani, Spanyol, dan Portugal. Akibatnya, pergerakan BUMI pun masih tidak pasti dan akan bergerak pada range trading. “Belum bisa dipastikan apakah akan menguat atau melemah,” paparnya.

Sementara itu dari aksi korporasi belum ada hal baru dari BUMI. Bahwa, saham BUMI menjadi aset jaminan (underlying aset) waran di Bursa Malaysia belum mendapat konfirmasi dari emiten langsung.

Memang diberitakan, saham itu menjadi jaminan covered warrant yang diterbitkan OSK Investment Bank Berhard. Perusahaan itu menawarkan 75 juta waran berjenis coverred warrant dengan underlying asset saham BUMI. “Saham BUMI itu tidak ada yang waran. Karena itu, berita ini tidak masuk akal, hanya rumor saja. Nggak usah ditanggapi,” timpalnya.

Di atas semua itu, Ukie merekomendasikan long term buy di level harga BUMI saat ini. Menurutnya, level ini merupakan saat yang tepat untuk akumulasi bagi investor jangka panjang. “Tapi, saya tidak merekomendasikan strong buy,” pungkasnya.

<Bergabunglah dengan  Broker Saham eTrading Securities,
The Most Powerfull Online Stocks Trading Gallery>